FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

Pertanyaan yang sering diajukan:

(1) Apa perbedaan pendanaan dari perbankan dengan pendanaan dari go public?

Pendanaan dari bank merupakan pinjaman yang harus dikembalikan pada saat jatuh tempo, dikenakan bunga atau fee, dan umumnya memerlukan jaminan berupa aset. Pendanaan dari go public merupakan pendanaan jangka panjang yang bersifat kepemilikan (bukan pinjaman) tanpa perlu jaminan. Investor akan memiliki hak suara dalam RUPS dan mengharapkan dividen dari perusahaan. Pembagian dividen diputuskan dalam RUPS, dengan memperhatikan kondisi perusahaan.

(2) Perusahaan dalam bidang usaha apa yang paling sesuai untuk go public?

Perusahaan yang bergerak dalam segala jenis usaha dapat melakukan go public. Investor akan tertarik membeli saham perusahaan apabila perusahaan memiliki rekam jejak pertumbuhan kinerja, kompetitif, memiliki rencana pengembangan usaha yang prospektif dan manajemen
yang kuat.

(3) Apakah perusahaan perlu memenuhi syarat angka minimal tertentu terkait jumlah aset, ekuitas, penjualan, atau keuntungan?

Tidak ada persyaratan dimaksud. Terkait dengan persyaratan angka-angka dalam laporan keuangan, perusahaan perlu memenuhi ketentuan batas minimal aset berwujud bersih atau net tangible asset (NTA) sebesar minimal Rp5 miliar. NTA dihitung dari total aset dikurangi dengan aset tak berwujud, aset pajak tangguhan, total liabilitas dan kepentingan non pengendali.

(4) Berapa dana minimal dan maksimal yang bisa diperoleh melalui go public?

Tidak ada batasan dana yang dapat diperoleh dari go public. Dana yang diperoleh perusahaan akan tergantung dari jumlah saham yang ditawarkan kepada investor dan harga saham. Perusahaan dapat memperhitungkan kebutuhan dana untuk rencana bisnis perusahaan dan seberapa banyak pemegang saham pendiri bersedia untuk mengurangi persentase kepemilikannya.

(5) Apakah perusahaan yang masih rugi dapat melakukan go public?

Perusahaan yang masih mengalami kerugian dapat melakukan go public dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pencatatan saham akan dilakukan di Papan Pengembangan. Untuk dapat menarik minat investor, perusahaan yang masih mengalami kerugian perlu meyakinkan investor dengan prospek yang menjanjikan, yang dituangkan dalam prospektus.

Go public juga dapat dilakukan perusahaan pertambangan mineral dan batubara yang belum beroperasi namun telah menyelesaikan eksplorasi, memiliki ijin operasi produksi, memiliki sertifikat clear and clean dari Dirjen Mineral dan Batubara, memiliki laporan cadangan mineral/batubara, studi kelayakan, dan memenuhi persyaratan lainnya yang diatur Bursa Efek Indonesia.

(6) Berapa lama waktu yang diperlukan untuk go public?

Masing-masing perusahaan memerlukan waktu yang berbeda untuk mempersiapkan go public. Kebanyakan perusahaan memerlukan waktu antara 3 sampai 12 bulan. Lamanya waktu yang diperlukan tergantung dari besaran penawaran umum, kompleksitas bisnis dan struktur perusahaan serta kesiapan laporan keuangan dan proyeksi keuangan, kebutuhan restrukturisasi sebelum go public, kelengkapan dokumen perusahaan, dll.

(7) Bagaimana memilih underwriter dan profesi penunjang yang tepat?

Perusahaan dapat melakukan seleksi dengan mempertimbangkan pengalaman pihak-pihak tersebut dalam membantu proses IPO, besarnya biaya yang diajukan, serta keahliannya. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa profesional yang akan ditunjuk telah terdaftar di OJK.

(8) Berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Biaya yang diperlukan untuk go public meliputi biaya jasa akuntan publik, konsultan hukum, notaris, underwriter, pencatatan saham, administrasi saham, penitipan kolektif saham, iklan, pencetakan prospektus, dll. Terdapat banyak pilihan pihak profesional dengan biaya jasa yang bervariasi. Pada umumnya biaya total untuk go public kurang dari 5% dari total dana yang diperoleh perusahaan. Semakin besar dana perolehan, persentase biaya cenderung menjadi semakin kecil.

(9) Kapan waktu yang baik untuk go public?

Waktu terbaik adalah saat perusahaan sedang bertumbuh. Namun demikian, waktu terbaik untuk mempersiapkan IPO adalah sekarang, sehingga saat waktunya tepat, perusahaan telah siap sepenuhnya.

(10) Bagaimana mekanisme penentuan harga saham yang akan ditawarkan kepada investor?

Perusahaan dapat berdiskusi dengan underwriter untuk memperoleh gambaran tentang harga penawaran saham yang diharapkan. Penentuan harga umumnya memerlukan proses book building, di mana minat investor dikumpulkan dan dipertimbangkan.

(11) Faktor apa saja yang menjadi kunci sukses dalam melakukan go public?

Beberapa faktor yang diperlukan untuk kesuksesan go public antara lain adalah pemilihan underwriter yang tepat, manajemen perusahaan yang menguasai tentang bisnis perusahaannya dan mengerti tentang pasar modal, pertemuan dengan investor dengan menyajikan informasi yang menarik tentang prospek perusahaan, tim investor relation yang kuat, dan harga penawaran saham yang menarik bagi investor. Untuk dapat menjaga kepercayaan publik setelah go public, perusahaan diharapkan dapat menunjukkan
pertumbuhan kinerja keuangan yang dapat memenuhi harapan atau bahkan di atas harapan publik.


(1) What is the difference between funding from banks and funding from going public?

Funding from a bank is a loan that must be repaid at maturity, subject to interest or fees, and generally requires collateral in the form of assets. Funding from going public is long-term funding in the form of ownership (not loans) which is without the need for collateral. Investors will possess voting rights in the Annual General Meeting of Shareholders and expect dividends from the company, by considering the company’s condition.

(2) Companies in what field of business are the most suitable to go public?

Companies specializing in all types of businesses can go public. Investors will be interested in buying the company’s shares if the company has a track record of performance growth, competitiveness, solid management and possess a prospective business development plan.

(3) Does the company need to possess a minimum number of related total assets, equity, sales, or profit to qualify?

There is no such requirement. In regards to the figures in the financial statements, the company needs to comply with the requirement of having Rp5 billion minimum net tangible assets (NTA). NTA is calculated from total assets less intangible assets, tax-deferred interest assets, total liabilities and non-controlling interest.

(4) What are the minimum and maximum funds that can be obtained via going public?

There is no limitation of funds which can be obtained from going public. Funds acquired by the company will depend on the quantity of shares offered to the investor and the share price. The company may take into account the need for funds for its business plan and how much the founding shareholders are willing to reduce their ownership percentage.

(5) Can companies at a loss still go public?

A company still suffering a loss can go public and list their shares on the Indonesia Stock Exchange. The listing of shares will be made in the Development Board. In order to attract investor’s interest, the company which is still at a loss needs to reassure investors with promising prospects, which should be written in the prospectus.

Going public is also applicable for mineral and coal mining companies which have not operated yet but have completed exploration, have a permit for production operations, a clear and clean certificate from the Directorate General of Minerals and Coal, a report of mineral/coal reserves, feasibility study and has met other requirements regulated by the Indonesia Stock Exchange.

(6) How long does it take to go public?

Each company requires a different time duration to prepare for going public. Most companies require time between 3 to 12 months. The length of time required depends on the size of the public offer, the complexity of the business and corporate structure, readiness of the financial statements and financial projections, as well as the need for restructuring before going public and the completeness of the company documents.

(7) How to choose the right Underwriter and supporting professionals?

The company can select parties based on their experience in assisting with the IPO process, the proposed fee, as well as their expertise. The company also needs to ensure that the professionals who will be appointed have been registered at the OJK.

(8) What are the costs incurred by going public?

The costs needed to go public include but are not limited to; service fees for the public accountant, legal consultant, notary, underwriter, stock listing, stock administration, collective custody of stocks, advertisement and printing of the prospectuses. There are various options for professionals with various service fees. In general, the total cost of going public is less than 5% of the total fund raised by the company. The bigger the fund raised, the lower the percentage of cost will be.

(9) When is a good time to go public?

The best time is when the company is currently growing. However, the best time to prepare an IPO is now, hence once the time is right, the company will be fully ready to go public.

(10) How is the pricing mechanism of shares offered to the investors?

The company can have a discussion with the Underwriter to gain insight regarding the expected share offer price. Pricing generally requires a book building process, whereby the interest of the investors are gathered and considered.

(11) What are the key success factors in going public?

Success in going public is determined by; the selection of a good Underwriter who masters the company’s business and understands the capital market, meeting with investors to share information of the company’s prospects, a solid investor relations team and the attractiveness of the bid price for the investor. In order to maintain the public’s trust after going public, the company is expected to show financial growth, which fulfills or even exceeds the public’s expectation.